Artis : Yudhie and The Mermaid Queen
Album : self-titled
Genre : Instrumental Gitar
Produser : Yudhie Setiawan
Label : Mofi Records (indie)
Rilis : November 2009
Sepertinya kritik & saran dari Musisi.com yang dialamatkan perihal album solo perdananya ditanggapi dengan cukup baik oleh gitaris paling narsis se-Yogya ini. Paling tidak itu tercermin setelah mendengarkan album ke-duanya yang semakin……
Terutama dari kualitas rekaman yang meningkat cukup drastis. Di album yang diberi judul Yudhie & The Mermaid Queen ini volume level antar lagu terdengar merata dan dipoles dengan baik dan bertanggungjawab. Selain itu album ini menampilkan tipikal lagu yang sangat bervariasi. Mulai dari pop 80an, metal, j-rock, dan jazz yang diaransemen dengan cukup baik. Yudhie juga memperagakan berbagai teknik gitar yang membuat kesan album instrumental gitar ini semakin kuat.
Sisi menarik dari album ini mungkin sudah bisa didapat dari melihat judul list lagu di back cover albumnya. Selain itu dengan cukup banyaknya logo sponsor dan partner album instrumental indie seperti ini memberi nilai tambah tersendiri, selain kemasannya yang cukup baik.
Sebagai pembukaan, Yudhie menempatkan Osiris’s Song yang relatif ringan dan easy listening dengan permainan gitar akustik nylon yang repetitif. Lagu kedua bernuansa lebih metal dengan intro power chord dan banyak dibubuhi double kick drum disana-sini. Salah satu lagu yang cukup menarik temanya adalah Ilussion of Guitar. Di lagu tersebut Yudhie memainkan sejumlah layer-layer gitar yang memanfaatkan efek gitar untuk memberikan ambience yang kuat. Kita juga bisa mendengar permainan teknik slide dengan menggunakan tremolo bar seperti yang sering diperagakan oleh Steve Vai.
Yang paling unik dari album ini adalah, meski dikenal sebagai gitaris bertipe shredder dengan influence musik Jepang yang cukup kuat, namun lagu yang paling asik disimak di album ini justru 2 buah lagu yang berunsur jazz. Pertama lagu I Love Facebook, meski improvisasinya tidak begitu dalam untuk disebut sebagai lagu jazz, namun baik dari segi dinamika dan permainan emosinya lagu ini sangat menarik. Lagu ke-dua yang bernuansa jazz adalah Aku Gak Bisa Main Jazz yang pada bagian reff-nya diberi klimaks dengan memainkan solo gitar dengan drive yang cukup kuat. Di lagu ini juga terdengar alur solo gitar yang memiliki nuansa yang mirip musik pop new wave tahun 80an milik Rick Astley, Together Forever.
Sayangnya album ini seperti konsepnya, solo instrumental, yang nyaris dikerjakan secara solo. Maka ide ketukan drumnya terasa kurang memiliki dinamika dan tidak terasa groovenya. Lalu yang cukup disayangkan adalah keberadaan track penutup yang tampak dipasang sebagai salah satu syarat trik promosi. Sebab lagu dengan vocal yang dinyanyikan sendiri oleh sang empunya album ini sempat dibuatkan video clipnya. Namun keberadaan lagu tersebut justru merusak kesan yang muncul secara keseluruhan terhadap album instrumental ini meski harus diakui lagu ini cukup menarik dari segi musikal karena diberi sedikit sentuhan neoclassic, bahkan cuplikan Fur Elise.
Track List :
1. Osiris’s Song
2. Lost In Space
3. I Love Facebook
4. Fibonacci’s Numeric
5. Illusion of Guitar
6. Aku Gak Bisa Main Jazz
7. Never Say Goodbye
8. Sungguh Ku Cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar